Sunday, June 17, 2012

Irak dan Amerika Serikat

Pendapat dari Kanan/Konservatif:
Perang Irak adalah langkah yang benar. Saddam adalah tiran yang pantas dijatuhkan. Amerika sudah berbuat benar dengan mendepak Saddam. GO AMERICA, GO!!

Pendapat dari Kiri/Liberal/Sosialis:
Perang Irak adalah kesalahan. Amerika tak berhak ikut campur di negara orang lain. Amerika cuma mengincar minyak di Irak. Bukan cuma perang di Irak, SEMUA PERANG adalah kesalahan!! Make love, not war!! 

Pendapat saya:
Perang Irak adalah kesalahan. Saddam adalah seorang tiran mengerikan, tapi Amerika juga punya batas sumber daya, mereka seharusnya mengatur prioritas mereka dengan lebih bijak.

Biarpun Saddam membunuh banyak rakyatnya, dia praktis sudah sangat lemah dibandingkan tiran² lain setelah pasukannya dihancurkan dalam perang teluk pertama. Di sisi lain, Iran & Korea Utara menindas rakyat mereka dan jauh lebih berbahaya bagi negara² lain. Kalau Amerika memang serius hendak menghancurkan tirani, mereka seharusnya menyerbu Iran atau Korea Utara.

Namun, biarpun invasi tsb adalah kesalahan prioritas, mendepak Saddam adalah langkah positif untuk dunia, dan untuk rakyat Irak sendiri. Para leftist biasanya membuat counter menghitung jumlah korban konflik di Irak, dan membebankannya ke pemerintah Amerika Serikat. Mereka biasanya tak menyertakan di counter mereka jumlah rakyat Irak yang mati di tangan Saddam Hussein dan yang BISA MATI di tangan Saddam Hussein seandainya dia tak didepak. Seperti biasa, perang mencabut banyak nyawa. Dan untuk kasus Irak, perang juga menyelamatkan BANYAK nyawa .

Oh, satu lagi yang penting: tentang senjata pemusnah massal di Irak. Saddam Hussein tak pernah menyangkal dia punya senjata pemusnah massal. Dia sengaja berbohong untuk menggertak lawan²nya. Dia tak menyangka kebohongannya itu menjadi alasan utama Amerika Serikat menyerbunya. Salah sendiri. Semua sudah tahu Saddam itu monster, membiarkan dia memiliki senjata pemusnah massal sama saja seperti membiarkan seorang gangster yang biasanya menghajar orang² di sekitarnya dengan pentungan, mengimport senapan mesin. Sikat dulu, tanya belakangan, risikonya terlalu tinggi.


Itu juga sebabnya Iran seharusnya menjadi sasaran utama. Balik lagi ke argumen pertama saya: Iran jauh lebih mungkin mendapatkan dan menggunakan senjata pemusnah massal mereka dibandingkan Irak yang sudah terisolasi dan tertekan sangsi ekonomi.


Akhir kata, saya mau tegaskan lagi:
Shame on you W! Now USA doesn't have enough money, firepower, and political power to unilaterally invade Iran!


No comments:

Post a Comment

Post a Comment